Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget



186 Calon Akseptor Ikuti Baksos Pelayanan KB MOW dan MOP di RSD dr. Soebandi

Foto: Wakil Bupati Jember, Balya Firjoun Barlaman saat meninjau pelaksaan baksos di RSD Soebandi

JWJEMBER: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) wilayah Jawa Timur bekerja sama dengan  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember, RSD dr. Soebandi, serta Kodim 0824 Jember menyelenggarakan kegiatan bakti sosial pelayanan KB Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP) pada Sabtu (18/5/2924) bertempat di RSD dr.Soebandi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati TMMD ke 120 dan HUT IBI ke 73. 

Pelayanan KB MOW dan MOP dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam program pengendalian laju pertumbuhan penduduk serta upaya percepatan penurunan stunting. Sasaran calon akseptor KB adalah pasangan usia subur warga Kabupaten Jember yang tersebar di 31 Kecamatan. Ada 186 orang calon akseptor yang terdiri dari 182 orang perempuan yang melakukan MOW dan 4 orang laki-laki yang melakukan MOP. 

"Ada 186 calon akseptor yang sudah lolos skrining awal untuk ikut MOW dan MOP. Terdiri dari 182 orang perempuan ikut MOW dan 4 orang laki-laki ikut MOP" Ujar Poerwahjoedi Plt Kepala DP3AKB Jember.

Tiga hari sebelum kegiatan berlangsung, para calon akseptor sudah melakukan skrining awal di RSD dr Soebandi. 

"Sebelum operasi ini, saya sudah diperiksa pada hari Rabu (12/5/2024) di rumah sakit ini (RSD Soebandi). Saat itu yang diperiksa cek darah dan rongsen" ujar Zulaiha calon akseptor KB MOW yang berusia 39 tahun dari Kecamatan Ambulu.

 "Saya juga diberitahu untuk puasa dulu sebelum operasi. Saya mulai puasa tadi pagi jam 03.30. Tadi setelah sampai di rumah sakit, saya diperiksa lagi yaitu cek urin dan cek tensi darah. Selanjutnya saya diarahkan ke ruang operasi menunggu giliran untuk dipanggil " imbuh Zulaiha, ibu dari 2 orang anak.

Para calon akseptor membeberkan alasannya ikut KB yaitu faktor anak dan juga faktor usia.

"Anak saya sudah 4, yang paling besar usia 8 tahun dan yang paling kecil usia 5 bulan. Makanya kemudian ikut KB MOW dan ini juga sudah dibicarakan dengan suami saya. " Ujar Nurimamah, usia 29 tahun warga Kecamatan Jenggawah.

"Sebelumnya saya ikut KB suntik, lupa gak suntik akhirnya hamil. Kemudian ganti KB pil, tapi ya gitu kadang lupa, akhirnya hamil lagi.  Makanya saya memutuskan untuk ikut KB steril cara yang aman agar tidak hamil lagi" imbuhnya.

Calon peserta lain menyatakan bahwa keputusannya untuk ikut KB steril ini sudah dipikirkan secara matang. 

"Saya ikut KB steril ini sudah dipikirkan secara matang. Anak saya 2 orang, saya kira sudah cukup. Yang pertama Usia 16 tahun, yang kedua sekolah SD. Dan usia saya juga hampir 40 tahun" Ujar Putri calon akseptor KB dari Kecamatan Ambulu.

Tim Panitia sudah membagi jadwal  kehadiran dari 31 Kecamatan untuk menghindari penumpukan peserta KB serta pertimbangan jadwal puasa calon akseptor. Para akseptor MOW dan MOP ini didampingi oleh para kader dari wilayahnya masing-masing. 

"Dari Kelurahan Sumbersari ada 20 orang  yang ikut KB operasi. 18 orang perempuan dan 2 orang laki-laki" ujar Saidah kader Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, pendamping calon akseptor.

"Kami akan mendampingi hingga proses operasi selesai. Karena para peserta KB akan langsung pulang setelah menerima tindakan" imbuhnya.

Baksos pelayanan KB MOW dan MOP ini juga melibatkan anggota TNI dari Kodim 0824. Para anggota TNI bertugas membawa para peserta akseptor KB setelah keluar dari ruang operasi menuju ruang singgah sebelum dinyatakan boleh pulang.

Layanan KB MOW dan MOP juga mulai diadakan secara reguler di RSD dr. Soebandi. Sehingga warga tetap bisa mengakses pelayanan KB dilain kesempatan.(Fit)


Jurnalis warga Suwar Suwir Jember

Posting Komentar

0 Komentar