Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget



Akhirnya, Nenek Sebatang Kara Dievakuasi Ke Panti Tresna Werdha Puger

 

Foto: Mbah Mus saat berada di ruang perawatan khusus lansia di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werda

GPPJEMBER.COM: Tuni (84) atau yang akrab disapa Mbah Mus warga RT 3 RW 4 Kelurahan Kaliwates akhirnya dievakuasi ke Unit Pelaksana Teknis (UPT)  Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) yang beralamat di Kecamatan Puger pada Senin (15/04/2024) setelah sebelumnya tertunda. Tertundanya proses tersebut karena kurangnya kelengkapan adminitrasi proses rujukan ke UPT PSTW serta libur hari raya juga menambah panjang penundaan proses evakuasi. 

Kelengkapan administrasi yang harus dipenuhi adalah surat keterangan domisili dari Kelurahan Kaliwates, surat keterangan bahwa yang bersangkutan tidak mengidap penyakit menular dari Puskesmas Kaliwates serta surat rekomendasi dari Dinas Sosial Kabupaten Jember.

Sehari sebelumnya (14/04/2024), Mbah Mus sempat dievakuasi menggunakan ambulan ke Liposos Jember oleh Lurah Kaliwates, Athur Robby Tantra melalui timnya bekerja sama dengan tim Liposos jember, tim dari Puskesmas Kaliwates dan juga tim dari Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Jember. Dia dibawa supaya mendapatkan perawatan sementara karena kondisi darurat sebelum akhirnya dibawa ke sebelum dibawa ke PSTW.

Para pihak yang turut mengantarkan Mbah Mus ke PTSW  Puger diantaranya 2 orang dari keluarahan  Kaliwates, perwakilan dari Liposos Jember, perwakilan RW dan RT  yang mendampinginya di mobil ambulan, serta 4 orang dari GPP Jember.

Sesampainya di lokasi, dia diterima dengan baik oleh petugas UPT PSTW. Mengingat kondisi kesehatannya yang kurang baik bahkan tidak mampu melakukan aktivitas sehari-sehari secara mandiri, sehingga dia ditempatkan di Ruang Perawatan Khusus.

"Beliau (Mbah Mus) sebagai lansia terlantar adalah sasaran dari pelayanan kami. Selama berada di UPT PSTW ini akan mendapatkan layanan dasar seperti makan, cek kesehatan dan pelayanan lainnya. Disini ada beberapa kategori perawatan lansia, kalau melihat kondisi mbah Mus yang sudah tidak bisa akhitivitas maka dia akan ditempatkan di Ruang Perawatan Khusus" Ungkap Dinda Bayu Pramustika, pekerja sosial fungsional ahli pertama UPT PSTW.

Selama diruang perawatan khusus, ditempatkan bersama dengan lansia lainnya yang dirawat di ruangan tersebut. Kondisi ruang perawatan pun bersih. Tidak lama kemudaian dia langsung ditangani oleh perawat yang bertugas. 

"Kondisi Mbah Mus akan kami konsulkan ke dokter Puskesmas, kebetulan kami bekerja sama dengan Puskesmas Kasiyan. Tadi saat saya periksa ada luka dibagian pinggulnya mungkin karena bedrest lama. Nanti kami akan melakukan rawat luka, cek kesehatan secara menyeluruh seperti cek tensi darah, cek gula, cek koleterol untuk melakukan tindakan kesehatan lebih lanjut. Terutama untuk pemenuhan nutrisi karena kondisi tubuhnya kurus. Setiap tindakan yang kami lakukan, kami konsultasikan dengan dokter" Ujar Masruroh, perawat UPT PSTW.

Proses evakuasi dipenuhi rasa haru, beberapa dari pendamping yang ikut mengantarkannya terlihat berkaca-kaca di ruang perawatan khusus. Dan beberapa kali berdialog dengannya. Meskipun sempat merasakan kebingungan namun para pendamping selalu meyakinkan bahwa dia berada di tempat yang semestinya dan dirawat oleh orang yang tepat.

"Alhamdulillah, Mbah Mus sudah berada di tempat yang tepat. Disini dia akan mendapatkan perawatan secara layak dan juga dapat teman-teman baru. Dia tidak akan hidup sendirian lagi" Ujar Sri Sulistiyani, Direktur GPP Jember. 


Suminah

Jurnalis Warga Suwar Suwir Jember

Posting Komentar

0 Komentar