Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget



Atasi Trauma Melalui Pasar Kita

 


GPPJEMBER.COM: Bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) nama Ismi Dahlia Hariyanti sudah sangat akrab. Sebagai koordinator pendamping UMKM Dinas Propinsi Jawa Timur yang membawahi lima kabupaten, termasuk Kabupaten Jember, Ismi diharuskan melakukan pendampingan, konsultasi, bahkan sering menjadi narasumber di beberapa pelatihan sehingga banyak dikenal oleh pelaku UMKM. Pekerjaan ini tentu membutuhkan keahlian dan kemampuan public speaking yang cakap, karena selain harus menguasai materi juga harus dapat menarik perhatian peserta.


Siapa sangka bahwa dulunya Ismi Dahlia adalah seorang yang pemalu dan gagap berbicara di depan umum. Penyebabnya adalah trauma yang dialami sejak kecil, sehingga timbul rasa tidak percaya diri.

Pada umur 10 tahun, Ismi mengalami kecelakaan. Sebagian wajah dan tubuh bagian atas terkena semburan minyak panas ketika sedang membantu nenek memasak di dapur. Luka bakar yang diderita cukup parah dan menimbulkan bekas di wajah, bahu dan dada. Beberapa operasi sudah pernah dilakukan, tetapi bekas luka tersebut sangat dalam dan masih tampak jelas. Akibatnya Ismi kecil sering mendapat ejekan dan hinaan dari teman-teman sebaya di sekolah maupun orang-orang di lingkungan rumah. Kata-kata "jelek, cacat", sering didengarnya. Hal ini membuat Ismi mengalami trauma tampil di depan umum karena minder dan tidak percaya diri.

Setelah lulus kuliah, Ismi mencoba berusaha dengan belajar membuat design bordir untuk sepatu, mukena, tas dan kerudung. Ini dilakukan karena bisa dikerjakan dirumah dan minim bertemu dengan orang. Produk yang dihasilkan cukup banyak dan membutuhkan pemasaran agar dikenal pembeli. Disinilah awal Ismi bergabung dengan Pasar Kita, sebuah pasar online yang dibentuk oleh Lembaga Gerakan Peduli Perempuan (LGPP) Jember.

Pasar Kita yang bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi komunitas yang nyaman dan cocok bagi Ismi. Kebanyakan anggota adalah penyintas kekerasan, korban KDRT yang berusaha bangkit, membuat seorang Ismi Dahlia menemukan tempat.

Salah satu kegiatan Pasar Kita adalah membangkitkan rasa percaya diri anggotanya. Diawali dengan berani memperkenalkan dirinya sendiri di forum yang kemudian dilanjutkan dengan promosi produk yang dihasilkan.

Pengalaman yang paling berkesan menjadi anggota Pasar Kita adalah ketika dipaksa menjadi presenter di acara pameran virtual "Jember SAE".
Acara yang digagas Polres Jember dan Universitas Negeri Jember untuk memperluas pasar di saat pandemi ini disiarkan secara live di channel YouTube, Instagram dan Facebook.
Setiap pelaku usaha yang ikut diwajibkan menjadi presenter untuk menawarkan produknya secara bergantian.

"Saat dipaksa Bunda Ana untuk menjadi presenter, saya sangat gugup dan tidak percaya diri. Apalagi dikelilingi kamera besar yang menyorot dari dekat. Tapi karena perkataan Bunda Ana bahwa saya bisa dan pasti bisa, membuat saya berani mencoba", cerita Ismi Dahlia.
Perkataan Bunda Ana yang membuat lebih berani adalah, "Saya saja percaya kalau mbak Ismi bisa, masak mbak Ismi tidak?".
"Akhirnya saya beranikan diri untuk menjadi presenter. Awal tangan yang memegang mic bergetar hebat, keringat deras mengucur di punggung. Tapi karena tidak ingin mengecewakan Bunda yang sudah percaya, saya teruskan sampai sutradara mengatakan cut. Orang lain tidak tahu bahwa saya lemas seakan tidak bertulang. Tapi saya juga merasa bangga bahwa ternyata saya bisa. Tidak ada hal yang mustahil jika kita berusaha dan berani mengatasi ketakutan kita".

Peristiwa itulah yang menjadi pemicu Ismi Dahlia untuk berkembang. Ketika ada lowongan menjadi pendamping UMKM di Dinas Koperasi Propinsi Jawa Timur, Ismi mencoba dan lolos diterima. Harapannya adalah agar dapat membantu pelaku usaha yang lain untuk dapat maju dan berkembang lebih baik seperti dirinya.

Penulis: Mariana

Posting Komentar

0 Komentar