Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget



Jurus Unik dan Jitu Pasar Kita Mendongkrak Pemasaran Produk UMKM Perempuan


 GPPJEMBER.COM:Pasar Kita adalah divisi pemberdayaan ekonomi di Lembaga Gerakan Peduli Perempuan (LGPP) Jember.

Kegiatannya antara lain pelatihan, coaching clinick, membuat pasar online melalui Whats App (WA) grup di setiap kecamatan dan Bazaar.

Pasar Kita membentuk komunitas berniaga antar perempuan. Para perempuan UMKM yang tergabung dalam komunitas Pasar Kita menerapkan jurus unik dan jitu dalam pemasaran agar barang dagangan laku keras.

Pengurus komunitas Pasar Kita, Bunda Ana mengatakan, "Pasar Kita mengajarkan anggotanya menggunakan ilmu pelet dan gendam di setiap kesempatan. Tapi ilmu pelet dan gendam yang dimaksud bukan ilmu hitam yang selama ini dikenal masyarakat, melainkan ilmu menarik pembeli untuk belanja sebanyak-banyaknya di stand Pasar Kita".

Pertama, meningkatkan kepercayaan diri penjual. Anggota Pasar Kita harus mampu menampilkan citra diri yang positif dengan cara berpakaian rapi, bersih, bahkan jika perlu berhias agar pembeli tertarik untuk menghampiri.

Kedua, produk juga harus tampil cantik. Pelatihan kemasan, desain logo, label diajarkan secara terus-menerus untuk perbaikan tampilan produk.

Ketiga penataan produk di meja atau rak dengan cara yang unik. Biasanya dibantu dengan beberapa properti tambahan seperti bunga, gambar-gambar yang berwarna-warni atau yang bersifat etnik.

Tiga hal tersebut yang disebut sebagai ilmu pelet. Yaitu ilmu menarik pembeli agar mau menghampiri stand Pasar Kita karena dari jauh sudah tampak berbeda tampilannya dibandingkan dengan stand yang lain.

Sedangkan ilmu gendam yang diterapkan adalah cara menawarkan dan membujuk pembeli dengan meningkatkan pengetahuan produk yang dihasilkan. Anggota Pasar Kita dilatih untuk meningkatkan kualitas produknya dengan cara mengikuti pelatihan pengolahan yang higienis, sehat, dan efektif. Juga pengurusan legalitas produk seperti sertifikasi halal agar produknya semakin dipercaya masyarakat untuk dibeli dan dikonsumsi.

Ira, salah satu anggota Pasar Kita yang memproduksi kue basah dan kue kering menyampaikan, "Saya bersyukur dengan adanya Pasar Kita. Saya bisa mengikutsertakan produk saya untuk mendapat sertifikat halal. Dan dengan bergabung di WA grup Pasar Kita, produk saya yang semula kurang dikenal, sekarang sampai kewalahan melayani pesanan setiap harinya."

Kemampuan publik speaking yang baik agar mempengaruhi pembeli untuk belanja sebanyak-banyaknya produk anggota Pasar Kita. Salah satunya adalah membiasakan menyapa pembeli dengan nama jika memang sudah kenal, atau dengan penyebutan "Kakak" untuk anak muda dan sebutan "Bapak/ibu, bahkan Bu Haji atau Pak Haji" biasanya menyenangkan pembeli.

Dita Mei, anggota Pasar Kita mengatakan , "Awalnya saya gugup dan malu untuk menyapa dan menawarkan produk. Tapi melihat teman-teman aktif, saya mulai memberanikan diri. Sekarang saya sudah percaya diri berinteraksi dengan pembeli, dan berimbas pada penjualan. Setiap Bazaar, produk saya yaitu brownies mini, roti sosis dan roti abon selalu habis terjual. Alhamdulillah."

Selain menerapkan ilmu pelet dan gendam, ada satu hal lagi yang dilakukan anggota Pasar Kita. Yaitu menggunakan prinsip "Palu Gada" dalam berjualan. Menurut Bunda Ana, "PALU GADA singkatan dari apa lu mau gua ada. Maksudnya adalah, jika ada pembeli yang mencari barang di stand, pantang untuk mengatakan tidak ada. Selalu menjawab ke pembeli, "Barangnya ada." Jika di Pasar Kita tidak ada yang menjual, maka anggota akan mencarikan ke stand tetangga dari komunitas lain. Jadi pembeli puas, penjual yang lain juga berterima kasih karena dibantu menjualkan produknya. Dampaknya adalah Pasar Kita diakui dan diterima dengan baik oleh komunitas lain. Bahkan selalu dibantu jika ada kesulitan.
Praktik baik ini akhirnya ditiru oleh beberapa komunitas yang lain, sehingga prinsip dasar Pasar Kita menular. Saling berniaga (swapasar), saling belajar (swabelajar)dan saling mendukung (swadukung). Saling rukun antar sesama pelaku usaha dalam mencari rejeki.

Penulis: Mariana

Posting Komentar

0 Komentar