Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget



Kampanye Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir Itu Penting


 


JEMBER, GPPJEMBER.COM - Kota kita tercinta Jember mendapat peringkat alias juara. Sayangnya juara dalam hal yang kurang nyaman buat kita semua, wargaJember.

Jember menjadi juara atau peringkat 1 di jawa timur dalam hal Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir.
Tentu ini membuat kita semua prihatin dan bertanya-tanya.
Tren angka kematian Ibu dan bayi baru lahir, sepertidi publish oleh Kabid Humas Dinkes saat workshop online terkait KIBBL di jember menunjukkan sejak 2015 cenderung naik terus.
Trennya bisa di lihat dari grafik yang tersaji pada tulisan ini.
Faktor-faktor yang menjadi penyebabnya tingginya AKI AKB di Jember antara lain sebagai berikut:

  1. Eklamsia, yaitu kejang yang terjadi selama kehamilan atau setelah melahirkan.
  1. Pendarahan pasca melahirkan
  1. Penyakit jantung
  1. Penyakit penyerta lainnya
Selain faktor di atas, kesehatan ibu dan bayi baru lahir yang rendah disebabkan juga karena banyaknya  perkawinan anak. Anak yang menikah pada usia belia cenderung minim pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, baik saat kehamilan maupun paska melahirkan. Dispensasi menikah yang cukup tinggi di masa pandemi covid 19 ini, yaitusekitar 1332,yang nota benenya juga usia anak-anak.
 
Banyak sekali faktor yang menjadi penyumbang tingginya AKI AKB tersebut.
Menyalahkan salah satu pihak, bukanlah solusi yang bijak.
Salah satu langkah yang bisa kita lakukan adalah berkolaborasi, secara bersama-sama melakukan upaya nyata. Pemerintah merangkul seluruh warga jember untuk bersama-sama melakukan kampanye atau edukasi kepada masyarakat, dengan menggandeng PKK,yang memiliki basis sampai tingkat RT,RW, para kyai,ulama,tokoh masyarakat,,tokoh agama,tokoh pemeluk kepercayaan ,Ormas serta OMS untuk kampanye edukasi pencegahan perkawinan anak. Harapannya ke depan tidak ada lagi perkawinan anak.
Anggka perkawin siri, di jember juga tertinggi di jawa timur. Sangat mungkin ini juga berkontribusi pada tingginya AKI AKB di Jember. Kehamilan yang tidak dikehendaki acap kali terjadi pada pernikahan siri ini.
Kolaborasinya pemerintah dengan berbagai pihak , diharapkan akan memberi harapan baru bagi kita semua untuk jember tercinta yang lebih sehat bagi ibu dan bayi baru lahir. Danlangkah itu telah dimulai oleh GPP Jember melalui serentetan workshop terkait KIBBL dengan melibatkan pemerintah(bappeda, dinkes, dp3akb, puskesmas) beberapaormas, privat sektor dan media masa.

Mari bareng-bareng kampanye, mengedukasi masyarakat. Bersama kita kuat, bersama kita bisa. Bersama untuk jember tercinta. Kalu bukan kita, siapa lagi? Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Go.. Go. (Suminah)


Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) juga berpengaruh pada kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Ibu yang pada saat kehamilan mengalami kekerasan dari suami, baik fisik, ekonomi maupun psikis yang mengakibatkan turunnya imun si ibu yang berakibat pada ibu dan bayinya. Atau hamil karena dipaksa suami, supaya memiliki banyak anak atau keturunan, untuk menambah jumlah komunitasnya,karena menganut aliran atau faham tertentu. Perempuan dianggap sebagai lahan untuk tanam benih. Atau karena kehamilannya tidak diinginkan oleh suami, sehingga istri sembunyi atau menyembunyikan kehamilannya. Karena takut dimarahi suami, sehingga ibu tidak cek kesehatan selama masa kehamilan meskipun resti,atau suami malas untukmengantar istri ke puskesmas saat melahirkan atau pada masa kehamilan karena tidak mau istri hamil lagi.

Posting Komentar

0 Komentar