Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget



Penderita Hipertensi Boleh Divaksin Covid 19

 

JEMBER, GPPJEMBER.COM - Mendapat WA dari layanan Puskesmas kalau besok saya diharap datang ke Puskesmas utk divaksin Covid 19. Waduw...

Sebenarnya saya takut divaksin Covid 19. Berbagai pikiran berkecamuk. Usia saya 55 tahun. Saya trauma disuntik, saat disuntik saya akan merasa sedih ingat waktu sakit di rumah sakit dulu. Khawatir ini itu, takut malah sakit setelah divaksin. Was-was juga karena saya hipertensi. Tadi malam tensi darah saya tinggi 160. Saya tanya ke nomor yg wa saya utk vaksin, saya juga tanya ke petugas kesehatan di sekolah. Dijawab tensi 180 adalah batas yg boleh divaksin. Agak tenang. Saya cari di google apakah penderita darah tinggi boleh divaksin. Beberapa artikel menyebutkan ada surat edaran Menteri Kesehatan bahwa batas tensi yg boleh divaksin 180. Ya sudah... berangkat.

Di Puskesmas sebelum divaksin saya ditensi oleh petugas. Tensi darah saya 175. Lah lah... Tapi petugas bilang tidak apa2. Apakah ibu takut? Iya agak takut, he he... kata saya.

Petugas mengarahkan saya ke ruangan vaksin. Sudah ada 2 petugas di sana. Dokter memberi tahu jenis vaksin yg akan disuntikkan ke saya, Sinovak. Saya disuntik vaksin di pangkal lengan kiri. Lalu saya duduk menunggu surat keterangan sudah divaksin, sekitar 15 menit. Lalu pulang.

Sampai di rumah saya memarkir mobil. Belum masuk rumah, saya diberitahu ada kasus KDRT di perumahan, mau konsultasi. Saya kerumah Pak RT memberikan konsultasi kasus KDRT, lanjut ke TKP.

Setelah sekitar 1 jam memberikan konsultasi, saya pulang ke rumah. Badan fit bugar. Hanyaa.. saya merasa lapar. Saya makan buah, masih lapar. Makan nasi, masih lapar lagi. Jajanan mana jajanan? Ternyaya efek vaksin bisa makan banyak..😀 Sdh santai saya tensi darah, 142. Beberapa jam saya tensi darah lagi, stabil di kisaran 140 an. 😎

Bapak2, ibu2, saudara-saudari yg mendapat panggilan untuk divaksin jangan takut divaksin. Kalau takut divaksin, berangkat saja ke Puskesmas utk divaksin. Nanti setelah divaksin pasti sdh tidak takut divaksin lagi, karena sudah pernah. 🤣

Reporter: Sri Sulistiyani

Fotografer: Mamik Darwati dan Dwi Penas


Posting Komentar

0 Komentar