Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget



Menyulap Sampah Menjadi Cuan


Naluri perempuan yang ubet (bahasa Jawa yang artinya selalu mencari cara atau jalan keluar) memang terbukti. Pada saat pandemi  ibu-ibu rumah tangga, anggota koperasi Srikandi, yang terletak di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji mengumpukan sampah  yang bernilai. 

Sundari Sukoco menginisiasi sampah-sampah domestik atau sampah rumah tangga anggota koperasi dikumpulkan lalu dipilah sesuai jenisnya, kemudian dimasukan ke dalam tas kresek masing-masing. Selanjutnya jika sampah tersebut sudah cukup banyak akan disetor di bank sampah yang berada di Desa Balung Tutul, Kecamatan Balung.

Sampah yang biasanya dibuang atau dibakar begitu saja, kini dikelola, dijual dan menghasilkan cuan. Hasil penjualan sampah kemudian ditabung pada pengelola koperasi, jika sudah mencukupi akan diubah menjadi tabungan emas.

Sebelumnya pihak koperasi berkoordinasi dengan pihak pegadaian untuk sosialisasi tabungan emas pada anggotanya. Ada 43 anggota koperasi yang memiliki tabungan emas dari hasil penjualan sampah di bank sampah tersebut. Setelah kurang lebih 8 bulan berjalan, mereka mulai memetik hasilnya.
Bahkan ada yang nominalnya sudah mencapai Rp 2.000.000.

Mengelola sampah berkontribusi untuk mengurangi pencemaran lingkungan. 


Penulis: Mimin
Editor : Fitri

Posting Komentar

0 Komentar